Minggu, 04 November 2018

Terkadang Pasrah Berguna Juga

Saat itu, gue sedang mengikuti kegiatan Sosialisasi TIK di kampus. Kegiatan yang bertujuan memberikan informasi seputar TIK ke mahasiswa-mahasiswa baru. Jarak dari rumah gue ke kampus kira-kira 13 km. Gue pergi naik motor, sendirian, dan makan waktu sekitar 40-an menit. Dari jadwal yang udah dikasih tau acara akan dimulai jam setengah satu siang, sedangkan gue baru sampe sana pukul 12:40. Itu artinya, gue telat 10 menit. Otak gue langsung ngebayangin kalo sekarang acaranya udah dimulai dan bangku di aula udah terisi penuh. Tapi ternyata setelah gue sampe sana dan nunggu cukup lama, acara baru dimulai jam 1 siang. Benar-benar mencerminkan budaya orang Indonesia.

Setelah masuk ke tempat acara dan dapet tempat duduk, mata gue langsung tertuju ke salah satu dari 3 laptop yang ada di meja depan, tempat dosen melakukan presentasi. Laptop itu berwarna hitam dan ada logo mata satu di depannya. Tanpa gue sebut nama brand-nya pun, gue yakin kalian semua udah tau ini laptop apa. Laptop impian para gamer, termasuk gue. Seneng juga akhirnya bisa liat langsung, karena selama ini cuma bisa liat di YouTube. Selalu dibuat ngiler tiap kali ada youtuber yang unboxing/review laptop ini. Mungkin ini terdengar lebay, tapi karena hari itu, karena pertama kalinya liat laptop itu secara langsung, gue jadi makin termotivasi untuk lebih kerja keras lagi. Untuk sekarang buat punya laptop sekeren itu memang mustahil, tapi suatu hari nanti gue yakin gue akan mampu untuk beli laptop impian gue itu. Maaf lebay, beneran termotivasi ini.

Setelah nunggu selama setengah jam, akhirnya acaranya dimulai. Acara ini berjalan dengan sangat lancar. Dosen yang presentasi seru, maba-mabanya tertib, ruangannya nyaman. Tapi.. nggak dengan gue. Waktu acara baru dimulai, sebenernya kesehatan gue masih baik-baik aja. Gue masih bisa ngikutin jalannya acara dengan lancar. Sampai akhirnya, di pertengahan acara seluruh badan gue tiba-tiba kerasa nggak enak. Kaki & tangan gue pegal-pegal, badan panas, kepala pusing, dan seluruh tubuh gue kedinginan. Gue bingung harus ngapain, yang bisa gue lakukan cuma duduk sambil pura-pura dengerin apa yang lagi dijelasin. Sesekali gue mencoba untuk tidur di meja, tapi entah kenapa gue merasa pandangan dosen selalu menuju ke arah gue ketika gue mau tidur. Saat itu yang gue inginkan adalah acaranya selesai dan gue bisa istirahat di kasur. Tapi kenyataannya semakin gue berharap acaranya selesai, semakin lama acaranya berlangsung. Kondisi gue saat itu gak jauh beda sama kebelet boker. Bener-bener gak kuat dan pengin buru-buru pulang. Akhirnya, kegelisahan gue selama berjam-jam tadi membuahkan hasil. Dosen tiba-tiba bilang: "Terima kasih udah pada hadir, silahkan rapih-rapih dan bereskan barang kalian...". Dengan semangat yang tinggi dan berapi-api gue langsung beresin semua barang gue dan bersiap-siap untuk pulang. Gue jadi sadar kalo pasrah terkadang berguna juga. Jadi pelajaran yang gue dapet: ketika kita lagi ada masalah dan gak tau jalan keluarnya, kita cuma perlu pasrah. Dengan pasrah, masalah itu akan selesai dengan sendirinya. Pernyataan itu langsung gue kubur dalam-dalam ketika gue mendengar dosen melanjutkan omongan: "karena kita akan pindah ke aula sebelah".

Kamis, 17 Mei 2018

Vainglory & Analog

Belakangan ini dunia game MOBA mobile lagi heboh banget karena berita tentang Super Evil Megacorp yang mau nambahin kontrol baru di Vainglory, yaitu joystick atau yang biasa kita sebut analog. Update itu akan hadir di versi 3.4, itu artinya masih cukup lama. Cuman dari kabar terbaru yang gue dapet, kontrol analog ini udah bisa kita cobain di update 3.3. Iya, cuma coba, belum rilis secara resmi. Katanya sih mereka mau tau feedback dari para playernya dulu, baru deh kalo pada suka bakal dirilis secara resmi. Kontrol analog ini nantinya bakal hadir berbarengan dengan fitur voice chat. Fitur yang berguna untuk komunikasi sesama anggota team. Tapi voice chat ini cuma bisa kita pake di mode party aja dan dengan syarat salah satu teman kalian harus punya Supporter Badge. Selain itu ada juga fitur yang ga kalah penting, yaitu Leaderboard. Kalian bakal bisa melihat setinggi apa rank kalian selama musim permainan berlangsung dan bukan ga mungkin kalian bisa masuk top global dan jadi terkenal kayak player game sebelah.

Jadii kenapa sih Super Evil Megacorp mau nambahin kontrol analog ke game mereka? Padahal dulu mereka bangga banget sama kontrol tap-tap mereka. Kenapa ya mereka mau berubah jadi MOBA analog juga? Apa alesannya?
“Kami membuat kontrol joystick karena kami tidak ingin kontrol atau cara bermain menjadi halangan untuk menikmati Vainglory. Kami semua mempunyai teman yang mungkin lebih suka bermain dengan joystick, dan ini masuk akal.” Begitu kutipan dari pihak Super Evil Megacorp.
Yaaa intinya sih buat menarik banyak pemain baru.

Kalo menurut gue pribadi, keputusan Super Evil Megacorp ini cukup mengecewakan. Gue tidak mendukung update kontrol analog ini. Karena pada dasarnya gue juga kurang nyaman main game MOBA dengan kontrol analog. Menurut gue, update kontrol analog ini akan merusak citra Vainglory itu sendiri. Vainglory yang dulunya dikenal lewat ciri khas kontrol tap-tapnya, sekarang jadi sama dengan saingannya sendiri. Ya, gue tau fitur ini sifatnya "optional" kita bisa milih mau pake kontrol yg mana, tapi percuma aja. Karena pasti ada hero yg bakal ga seimbang. Bakal ada hero yg lebih akurat dgn Tap dan bakal ada hero yg lebih akurat dgn Analog. Otomatis kita harus belajar untuk nguasain kontrol Analog juga selain Tap. Selain itu player Vainglory juga harus siap dibully sama kalangan mobalog karena selama ini selalu berusaha menonjolkan kontrol tap dengan mengeluarkan kata-kata mutiara: "MOBA KOK ANALOG".

Yah disamping itu semua gue bersyukur karena ini bakal ngebantu Vainglory untuk tumbuh. Vainglory bakal makin rame dan hadiah turnamen makin besar. Gue berharap semoga player-player toxic dari game lain tidak ikut main Vainglory dan yang paling penting semoga update kontrol analog iniii...... DIBATALKAN.

Selasa, 27 Februari 2018

Seminggu Bermain PUBG Mobile

Buat kalian yang belum tau, PUBG adalah game battle royale yang selama setahun ini lagi populer banget di kalangan gamers. Dalam game ini kita diharuskan untuk survive atau bertahan hidup. Karena kita akan diturunkan dari pesawat ke sebuah pulau bersama 99 player lain yang merupakan orang asli, yang juga lagi main di belahan dunia lain, bukan bot. Kita harus mencari tempat terbaik untuk turun dari pesawat, looting senjata, dan mengatur strategi. Karena misi kita dalam game ini adalah MEMBUNUH semua orang! Game ini dibuat sama Bluehole Studio dan sekarang bisa dimainin di PC dan konsol.

Setelah kepopulerannya itu, Bluehole berencana membawa game PUBG ke platform mobile alias Android atau iOS dengan bekerja sama dengan Tencent. Hari demi hari berlalu, akhirnya PUBG Mobile resmi dirilis.... di China. Ya, di China doang. Sampai sekarang Bluehole sama Tencent belum ada rencana buat rilis PUBG Mobile secara global. Tapi walaupun cuma rilis di China, sebenarnya orang Indonesia juga bisa download game ini.

PUBG Mobile ini tersedia dalam dua versi. Ada PUBG: Army Attack dan PUBG: Stimulating Battlefield. Gue sendiri gatau gue download yang mana. Iyalah, orang bahasa China. Tapi setelah gue cari tau, kayaknya yang gue download yang Stimulating Battlefield. Soalnya katanya kalo Army Attack ada helikopter, speedboat, sama perahu perang yg punya senjata machine gun. Sedangkan gue selama main ga pernah ketemu 3 kendaraan tersebut, lebih sering make mobil Jeep.

Untuk mainin game ini kalian harus punya akun WeChat atau akun QQ. Kalo gapunyaa.. ya tinggal bikin. Dari info yang gua dapet, game PUBG: Army Attack & PUBG: Stimulating Battlefield ini total pra-registrasinya mencapai 75 juta orang. Banyak banget kan? Itu belum termasuk orang-orang yg baru daftar pas rilis kemarin loh. Jadi tenang aja, kalian ga perlu takut ga ada lawannya. Pasti ada. Ga mungkin kalian baru main terus langsung juara 1 karena cuma main sendiri. Ga mungkin.

Pas pertama kali masuk ke dalam game, hal pertama yang gue lakukan adalah nyari tombol Play. Bayangin aja, semua tombol yg ada di game ini berbahasa China. Jadi ga gampang untuk orang yg ga pernah belajar bahasa China langsung tau fungsi dari masing-masing tombol-nya. Tapi karena kebiasaan main lama-kelamaan gue jadi terbiasa dan hapal fungsi dari menu atau tombol-tombol yang ada.

Ketika game dimulai, kita disuruh untuk menunggu beberapa detik sampai seluruh pemain sudah siap. Sama seperti game-game battle royale yg lain. Begitu juga dengan gameplay, para pemain akan dijatuhkan dari pesawat dan turun menggunakan parasut ke sebuah pulau. Setelah turun, para pemain diharuskan untuk mencari perlengkapan serta senjata untuk bertahan hidup. Dan yang pasti safe area akan semakin mengecil untuk nentuin siapa pemenangnya. Gue pribadi entah kenapa lebih enjoy sama game ini.. dibanding RoS, yang juga lagi populer sekarang.
Kalo ditanya mirip PUBG atau ngga, sebenarnya mirip sih. Tapi udah pasti ga sama persis kaya yang di PC. Grafis yang ada di PC jelas jauh lebih bagus daripada yang ada di HP. Cuman kalo dibandingin sama game-game battle royale mobile yg lain, grafis di PUBG Mobile ini menurut gue masih kurang. Bagus sih sebenernya, tapi masih kurang aja gitu.

Kalo kalian adalah player pro dari RoS atau game battle royale yang lain, gue rasa kalian akan gampang untuk dapetin juara 1 disini. Karena selama gue main gue ngerasa game ini jauh lebih gampang dari game-game battle royale lain yang pernah gue mainin. Pertama kali main aja gue langsung dapet juara 1 dengan mudahnya.

Satu hal yg bikin gue bosan main game ini adalah gue hanya bisa main sendirian, kalo mau berdua atau ber-empat cuma bisa random. Gue gabisa invite temen gue buat main bareng karena sampai sekarang gue belum nemuin tombol buat main bareng temen. Gue udah nyoba pencet semua tombol yang ada, tapi ga ada satupun yang ngarahin gue ke lobby buat main bareng temen. Tombol buat beli pakaian/aksesoris juga gaada. Aneh banget. Masa iya sih, game sebesar PUBG gaada opsi untuk main bareng temen ataupun toko buat beli-beli sesuatu? Kalo ada yang tau tentang ini, komentar di bawah ya!
Kesimpulannya gue gabisa bilang ini adalah pilihan terbaik buat kalian yg lagi nyari game battle royale di HP. Masih ada yg jauh lebih bagus dari ini, RoS contohnya, yang satu permainan bisa sampe 300 orang. Game ini ga ngasih perbedaan yang mencolok dari game-game battle royale yang lainnya. Paling perbedaannya cuma di bahasa. Kalo yg lain pake bahasa Inggris, PUBG Mobile pake bahasa China. Tapi dari semua kekurangan yang ada, game ini masih layak dan seru kok untuk dimainin, apalagi kalo kalian ngerti bahasa China.